“Energi” merupakan hal yang paling di perlukan oleh manusia, saat ini sebagian besar kebutuhan energi dunia masih sangat tergantung dengan bahan bakar fosil. Sekarang bahan bakar ini mulai langka di dunia bisa kita lihat dengan mahalnya harga minyak dunia yang mencapai US$ 120 per barel angka yang cukup menakjubkan. Hal ini tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian negara Indonesia, diperkirakan dengan kenaikan harga minyak dunia ini APBN kita akan terbebani sekitar 120 trilliun rupiah untuk subsidi BBM. Padahal ketika harga minyak dunia pada level US$ 90 per barrel subsidi yang di keluarkan pemerintah untuk BBM ini sekitar 40 trilliun berarti mengalami kenaikan 3 kali lipat. Konsekuensinya pemerintah merencanakan akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, karena jika masih mempertahankan harga BBM pada level sekarang pemerintah tidak sanggup memberikan subsidi sebesar itu. Bahkan menurut Ramson Siagian pada tanggal 10 November 2007 Anggota Komisi VII DPR, yang membidangi masalah energi APBN 2008 diperkirakan akan mengalami defisit sebesar Rp 140 trilliun jika harga minyak mentah terus mengalami kenaikan melebihi US$ 100 per barel, sedangkan pada awal april ini harga minyak sudah mencapai level US$ 120 per barel.

Menurut yang saya baca di detik-finance Negara-negara pengekspor minyak atau OPEC memperingatkan harga minyak mentah bisa menjangkau US$ 200 per barel karena kecenderungan harga minyak yang sulit dibendung. OPEC sendiri berkali-kali menegaskan tidak akan menaikkan kuota produksinya, karena ledakan harga minyak dinilai bukan karena adanya pasokan yang kurang. Seandainya peringatan OPEC itu benar bagaimana jadinya ya APBN Indonesia? Padahal negara kita menghasilkan minyak mentah yang cukup besar, tapi mengapa masih kalangkabut dengan perubahan harga minyak mentah dunia. Mungkin jawabannya sudah kita ketahui bersama yaitu karena negara kita belum mampu menyuling minyak mentah sendiri. Itulah yang harus kita pecahkan bersama dan mulai saat ini kita jangan terlau tergantung dengan bahan bakar fosil serta harus mulai memikirkan sumber energi alternatif selain bahan bakar fosil. Melihat letak geografis dan topografinya Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga gelombang maupun solar ( matahari ). Seharusnya mulai saat ini kita harus merencanakan hal tersebut. Saatnya kita berpikir maju untuk masa depan yang lebih baik.