Salam Tempel

Ini merupakan salah satu budaya Indonesia yang patut dilestarikan, biasanya budaya ini marak terjadi ketika pemilu tiba, atau ketika pilkada menjelang bahkan ketika pemilihan kepala desa pun tidak luput salam tempel akan terjadi disana. Mengapa salam tempel ini saya katakan perlu kita lestarikan? Karena menurut saya budaya ini dapat sedikit membantu perekonomian rakyat kecil paling tidak dapat memperpanjang kepulan asap dapur mereka beberapa hari. Lho bukannya itu termasuk manipolitik dan perbuatan curang? Saya kira tidak, ini baru dikatakan manipolitik jika hati pemilih goyah dan pemilih memilih calon yang memberikan uang. Tapi selama pemilih tidak memilih yang memberi uang maka ini bukan manipolitik. Jadi kita terima uangnya tapi kita tetap pada pilihan yang kita anggap terbaik.

Saya yakin budaya salam tempel ini lambat laun akan menghilang, jika setiap rakyat Indonesia melakukan seperti yang saya sarankan. Untuk sementara ini bolehlah kita lestarikan, karena kita melestarikannya untuk membunuh budaya ini. Lho koq bisa melestarikan untuk membunuh? Ya bisalah kan nanti para calon pejabat akan berpikir dua kali untuk melakukan salam tempel. Karena mereka melakukan salam tempel tapi tidak ada perubahan dengan hasil suara yang mereka dapat. Kembali ke tujuan para pejabat, mereka melakukan salam tempel kan agar mereka dipilih dan jika mereka melakukan salam tempel tetapi tidak ada yang memilih pasti para calon pejabat itu akan berpikir ngapain saya melakukan salam tempel orang gak ada yang milih saya. Dan nantinya salam tempel ini akan menghilang nantinya. Budaya ini saat ini begitu menggila karena adanya feedback dari suatu stimulus. Feedback-nya adalah suara pemilih sedangkan stimulusnya adalah uang salam tempel ini. Jadi yang harus kita lakukan adalah memangkas feedback-nya agar stimulus tidak diberikan lagi.

Kadang kita memang kita memerlukan kerjasama dari masyarakat untuk memberantas budaya yang buruk!!! :p