“Orang bilang tanah kita tanah surga,, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman,, Orang bilang tanah kita tanah surga,, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman” mungkin kita tidak asing lagi dengan lirik lagu koesplus ini. Bahkan lirik ini terbukti dengan foto yang saya ambil beberapa waktu lalu di salah satu sudut gedung kampus saya, disana terdapat pohon beringin yang tumbuh subur di sela-sela ubin. Dari sana saya berpikir betapa subur negeri ini mana ada negeri yang sesubur indonesia, dengan tanah yang luas dan memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Dimana-mana dari sabang sampai merauke bertebaran tambang minyak bumu, batu-bara, emas bahkan berlian dan masih banyak mineral alam lain yang dapat kita gali di negeri ini.
Sejenak saya berpikir betapa kaya negeri ini tetapi mengapa masih banyak balita yang mati kurang gizi?mengapa masih banyak orang yang hidup hanya makan dengan nasi saja tanpa lauk?mengapa masih banyak orang yang mengais-ngais sampah hanya untuk mencari sesuap nasi?bahkan ada yang sampe mati karena hanya untuk antri minyak tanah. Kadang saya merenung ada apa dengan negeri ini? Mana buktinya kalau negara ini negara kaya, mana buktinya kalau negara ini subur. Kita bandingkan dengan negara jepang mereka punya apa?Jepang bukan negara yang luas, Jepang tidak sesubur indonesia dan jepang tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti negeri ini. Tetapi mengapa mereka bisa menjadi negara yang sangat kaya.
Mungkin kita terlalu dimanjakan dengan kekayan alam dan kesuburan negeri ini, mungkin banyak dari kita berpandangan bahwa kita tidak akan mati kelaparan di tengah kesuburan ini. Banyak orang berpikir ngapain kita kerja keras orang negara kita kaya terbukti dengan banyak pegawai negeri yang bolos, ngapain kita belajar orang negara kita kaya terbukti juga dengan banyak mahasiswa/pelajar yang bolos. Kita terjebak dengan kekayaan ini, menjadi malas dan tidak mau maju karena terlalu mengandalkan kekayaan kita. Kita balik ke jepang, rakyat jepang sadar kalau mereka miskin dan mereka sadar kalau negara mereka tidak kaya. Mereka pun sadar mereka tidak dapat mengandalkan kekayaan alamnya. Sehingga mereka bekerja keras dan selalu belajar tidak bermalas-malas ria seperti kita. Dan mereka tahu bagaimana cara bertahan hidup tanpa mengandalkan kekayaan alamnya, yaitu melalui teknologi.
Memang negara kita negara yang sangat kaya tetapi apa padi bisa dimakan tanpa dimasak? Apa minyak bumi bisa keluar sendiri dan jadi minyak tanah atau bensin tanpa disuling?Masalah terberat yang kita alami kita tidak bisa mengolah sendiri kekayaan alam kita. Kita belum memiliki SDM dan teknologi yang cukup untuk mengolah sendiri kekayaan alam kita. Sehingga, kita menyerahkan pengelolaan kekayan alam negeri ini pada orang asing. Karena apa?Karena kita malas dan bodoh serta tidak mau belajar dengan keras. Jadi mulai saat ini kita harus mengubah mindset kita, Jauhkan sifat malas untuk belajar dan bekerja serta jangan pernah berpikir bahwa negara kita adalah negara yang kaya karena sebenarnya kita miskin tanpa pengetahuan. Jangan gegabah menyalahkan pemimpin kita tapi kita harus tengok ke dalam diri kita apa sih yang telah kita lakukan untuk kemajuan negeri ini. Apa sebagai mahasiswa kita sudah belajar keras untuk kemajuan negeri ini? Setiap orang dari kita harus bergerak mulai saat ini untuk memerangi sifat malas, karena sesungguhnya sifat inilah yang membuat negeri ini terpuruk. Sepertinya kita telah tertidur terlalu lama dan harus bangun dari tidur ini untuk membenahi negeri tercinta ini!!! Agar tidak ada lagi balita yang mati kelaparan, agar tidak ada lagi orang yang mati karena antri sembako dan minyak, agar tidak ada lagi orang yang mengais sampah untuk mendapatkan sesuap nasi, agar semua rakyat di negeri ini dapat merasakan makan nasi dengan lauk yang enak.